Berita

Meski Kalah, Persela Sukses Terapkan Compact Defence
Logo

Meski Kalah, Persela Sukses Terapkan Compact Defence

Meski Kalah, Persela Sukses Terapkan Compact Defence

20 Juni 2021

PIALA MENPORA 2021 PERSELA LAMONGAN MADURA UNITED FC

LAMONGAN - Persela Lamongan tetap puas meskipun harus menelan kekalahan ketika beruji coba melawan Madura United di Stadion Surajaya, Sabtu (19/6). Kalah dengan skor tipis 0-1, anak asuh Iwan Setiawan dinilai tampil apik dan mampu membendung serangan demi serangan tim tamu.

Bahkan, Persela hanya kebobolan dari bola mati, tepatnya dari tendangan sudut. Padahal, sejumlah pemain andalan masih belum bermain di laga tersebut.  

"Kami rapi sekali dalam bermain. Tadi golnya hanya dari set piece corner," ujar pelatih Persela, Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan memuji penampilan disiplin anak asuhnya. Dalam open play, dia melihat pemainnya disiplin. Terutama ketika bertahan dengan menerapkan compact defence. 

"Memang masih ada celah yang perlu diperbaiki," ucapnya.

Dalam laga uji coba ini, Persela tampil tanpa Malik Risaldi, Abiyoso dan Ahmad Bustomi. Iwan Setiawan menilai apa yang ditampilkan timnya memberikan harapan dan cukup menambah keyakinannya.

"Kami cukup puas dengan penampilan anak muda, kami memang turun dengan pemain muda. Ini menunjukkan kalau mereka bisa. Itu nilai positif yang kami dapatkan," urainya.

Iwan Setiawan melihat banyak young guns di skuatnya sehingga perlu dibenahi. Usai compact defence yang bagus, harus diatur dalam tempo atau irama permainan. Dia melihat, saat menguasai bola dan memulai serangan, anak asuhnya terburu-buru.

"Dalam irama yang cepat saat memenangkan bola, mereka buru-buru. Padahal mestinya ada momen kami harus lebih sabar dan memainkan ball possesion," sambungnya.

Namun, Iwan Setiawan menegaskan bila hal tersebut bukanlah sesuatu yang salah. Selanjutnya dia akan membawa anak asuhnya latihan transisi dan attacking untuk memperbaiki kekurangan.

"Minggu besok kami latihan attacking dan transisi. Prioritasnya memberikan gambaran, passing-passing vertikal. Konsekuensi dari permainan itu adalah gagal, tapi kalau sukses besar peluang menciptakan gol," tandasnya