Sisilain

‘Gelang Sakti’ di Ujung Pintu Stadion
Logo

‘Gelang Sakti’ Di Ujung Pintu Stadion

‘Gelang Sakti’ Di Ujung Pintu Stadion

16 September 2021

BRI LIGA 1 2021-2022

Oleh:
Hanif Marjuni
(Media and PR Manager PT LIB)

Jauh hari sudah diumumkan ke publik bahwa protokol kesehatan (prokes) di BRI Liga 1 2021/2022 akan dijalankan dengan ketat. Bahkan, pada beberapa bagian, lebih ketat ketimbang prokes yang diterapkan di Piala Menpora 2021.

Itu betul. Fakta. Bukan koar-koar belaka. 
Salah satu buktinya ada pada peraturan yang terlibat dalam pertandingan, pada H-1 wajib menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Bukan lagi tes swab antigen. Pemmain dan ofisial yang berada di dalam lapangan, semua wajib tes PCR!

Sekadar membandingkan, pada Piala Menpora 2021 lalu, semua yang terlibat di dalam pertandingan, diwajibkan tes swab antigen pada hari pertandingan. Bukan tes PCR.

Itu baru prokes soal PCR. Belum yang lainnya. Ada banyak detail prokes lain yang sesungguhnya akan menarik jika diulas satu per satu. Terutama prokes yang harus dilakukan pada H-1. 

Salah satu penerapan prokes yang menarik untuk dikupas kali ini ialah pemakaian gelang khusus di stadion pada hari pertandingan. Gelang itu terbuat dari kertas dan akan diberikan kepada orang yang akan masuk stadion. 

Tanpa gelang itu, haram hukumnya untuk bisa memasuki stadion. Ini berlaku untuk semuanya. Termasuk tamu VVIP dan petugas keamanan.

Tak heran, soal gelang ini, ada tim satgas covid-19 dan petugas khusus yang memantaunya. Petugas khusus itu terdiri dari dua sampai empat orang. Mereka berdiri di depan pintu masuk stadion atau lobi utama. 

Setiap orang yang akan memasuki stadion atau sebelum mendaftar ke aplikasi PeduliLindungi, selalu diteliti. Jika sudah memakai gelang itu, silakan lanjut. Jika tak mengenakan, tahan dulu sampai dengan mengikuti dan menjalankan ketentuan yang sudah dibuat. Sangat teliti.

Itu mutlak dilakukan agar semua orang yang berada di dalam stadion statusnya clear alias bebas dari virus Covid-19. 

Sama prosesnya dengan di Piala Menpora 2021, untuk mendapatkan gelang itu syaratnya harus dilakukan tes swab antigen terlebih dulu. Tanpa kecuali.
Prosesnya enggak lama, kok. Tidak berbelit. Paling sekitar 10-15 menit. Caranya, ikuti tes swab antigen yang sudah disediakan panitia pelaksana (panpel). Tunggu hasilnya selama kurang lebih 10 menit. Lalu pasangkan gelangnya. 

Beres, bro. Simpel.

Lokasi tes swab antigen juga strategis. Biasanya di dekat pintu masuk stadion atau pintu utama. 
Petugas tes swab antigen, selalu mengenakan APD. Dengan sabar, mereka siap melayani para antrian. Tentu saja, selalu berjarak dan harus memakai masker.

Setelah hasil tes diketahui negatif, baru gelang dikenakan pada sang pemakai. Sebaliknya, jika hasilnya positif, maka yang bersangkutan akan mendapatkan tindakan medis berikutnya. Dia tidak diperkenankan masuk ke stadion. Dalam hal ini, akan menyesuaikan prosedur medis yang berlaku.
Kembali ke soal gelang. Gelang itu berlaku sehari. Artinya, selama 24 jam ke depan, sang pemakai gelang dinyatakan aman alias status negatif dari virus Covid-19. 

Pertanyaannya, jika pindah stadion dalam hari yang sama, akankah harus berganti gelang?

“Harus mas. Ganti stadion, ganti gelang,” begitu jawaban dari salah satu petugas kesehatan.

Jawaban itu pun saya buktikan kebenarannya.


Pada Minggu (12/9), setelah datang di Stadion Pakansari, Bogor pada pertandingan Arema FC versus Bhayangkara FC. Malam harinya, saya pindah ke stadion Indomilk Arena, Tangerang.

Sebelum memasuki Stadion Indomilk Arena, sang petugas khusus mengecek dan mengamati tangan saya. Mereka melihat saya sudah mengenakan gelang. Kemudian, salah satu petugas itu menerangkan bahwa gelang yang saya pakai tak berlaku lagi. Harus berganti dengan gelang di stadion Indomilk Arena. Sekadar informasi, pada hari yang sama, warna gelang di setiap stadion akan selalu berbeda.

“Apakah itu artinya saya harus melakukan tes swab antigen lagi?,” tanya saya.

“Sebaiknya iya. Karena prosedurnya seperti itu,” jawab tegas sang petugas.

Itulah gambarannya. 

Begitu ketat dan disiplin prokes di setiap stadion yang digunakan di BRI Liga 1 2021/2022. Padahal, ini baru soal gelang. Tapi, gelang yang sakti. Menentukan seseorang bisa masuk stadion atau tidak.
Hmmm, ngomong-ngomong. Jika sehari mau datang ke tiga stadion sekaligus, berarti harus tiga kali ganti gelang. Artinya, harus tiga kali pula hidung dicolok-colok demi tes swab antigen?
Ah, silaken renungken sendiri.



Sisilain Terbaru